IMG_1237

Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Rembang, 4 Desember 2019. Bertempat di Lapangan Desa Meteseh, Kec. Kalori, Kab. Rembang, dilaksanakan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Peringatan ini diikuti oleh warga Desa Meteseh, seluruh Pejabat Forkopimda Kab. Rembang, seluruh Pejabat Forkopimda Provinsi, TNI, Polri, Baznas, Gubernur Jawa Tengah, serta dihadiri juga oleh perwakilan Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (FTJSLP) yang membantu pembangunan desa melalui CSR.

Desa Meteseh sendiri merupakan desa dampingan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yang dikategorikan merah atau desa dengan data miskin yang tinggi. Desa ini mendapat dampingan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah agar dapat keluar dari kemiskinan dan mengembangkan potensi yang ada di dalamnya.

Dalam peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di Desa Meteseh ini dilaksanakan beberapa kegiatan seperti graduasi peserta PKH yang telah mandiri, penyerahan bantuan sosial seperti PKH, RTLH rehab toilet, plester rumah, dinding rumah, serta penyerahan bantuan kursi roda dan alat bantu disabilitas lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain penyerahan bantuan, peringatan Hari Kesetiakawanan ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas melalui pameran produk masyarakat Kabupaten Rembang dan pentas seni.

Diperingatinya Hari Kesetiakawanan ini dimaksudkan untuk menjaga nilai-nilai gotong royong yang ada di dalam masyarakat, sesuai dengan sejarah Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang bermula pada penyuluhan sosial bagi serta kursus bimbingan bagi Calon Sosiawan atau Pekerja Sosial pada bulan Juli 1949 oleh Kementrian Sosial, dengan harapan agar pekerja sosial tersebut dapat mengatasi masalah-masalah sosial yang muncul saat itu dalam rangka mencapai kesejahteraan sosial di masyarakat.

Kemudian pada tanggal 20 Desember 1949 dipilih menjadi Hari Kesetiawanan Sosial Nasional bersamaan diciptakannya lambang pekerjaan sosial dan kode etik sosiawan serta menjadi peringatan satu tahun peristiwa bersejarah bersatunya seluruh masyarakat untuk mempertahankan kedaulatan negara, yaitu pada tanggal 20 Desember 1948 yang menjadi hari paska tentara kolonial Belanda menyerbu dan menduduki ibukota negara Yogyakarta.

Melalui peringatan ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap agar warga, perusahaan dan pemerintah dapat guyup rukun serta gotong royong membangun desa, bersinergi dan tidak saling melempar tanggung jawab, bangkit dari kemiskinan. Karena desa memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan, tetapi harus dibakar terlebih dahulu semangat untuk membangun potensi tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *