SURAKARTA — Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan tiga inovasi pelayanan publik berbasis digital untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan efektivitas layanan sosial. Peluncuran (launching) aksi perubahan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, di Hotel Syariah Lor Inn Surakarta, Rabu (19/8/2026).
Acara tersebut disaksikan oleh Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Sosial dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, serta peserta Rapat Koordinasi DBHCHT Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial.
Tiga inovasi unggulan yang resmi diperkenalkan mencakup:
SI-PANDU KREASI (Sistem Tata Kelola Program Pemberdayaan Sosial Terpadu)
Dirancang untuk memangkas kesenjangan kompetensi di antara 11.506 Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Jawa Tengah. Melalui sistem berjenjang dan penguatan Puskesos sebagai "Rumah Bersama", inovasi ini terhubung langsung dengan aplikasi Puskesos-SIPANDU SOSIAL. Aplikasi tersebut mendukung program Kecamatan Berdaya dan Posyandu Bidang Sosial guna memastikan pemetaan serta penanganan masalah sosial tingkat desa hingga provinsi berjalan secara real-time.
SI PAKEM PELITA (Digitalisasi Pelaporan Perkembangan Penerima Manfaat Disabilitas Mental)
Diterapkan di Panti Pelayanan Sosial (PPS) Mardi Yuwono Wonosobo untuk mengubah sistem pelaporan manual menjadi digital (paperless), cepat, dan terintegrasi. Keakuratan data ini mempercepat pengambilan keputusan intervensi medis/sosial sekaligus mempermudah proses reunifikasi penerima manfaat kembali ke keluarga.
Si Portal Panti (Sinergi Stakeholder dan Orang Tua)
Inovasi rehabilitasi sosial di PPS Raharjo Sragen khusus bagi disabilitas intelektual. Program ini melibatkan partisipasi aktif keluarga melalui Forum Komunikasi Persatuan Orang Tua (POT) dan stakeholder untuk mendampingi serta memantau perkembangan penerima manfaat, baik selama di panti maupun setelah kembali ke masyarakat.
Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis transformasi digital pada sektor pelayanan sosial dapat mempercepat penanganan masalah kesejahteraan masyarakat secara terukur dan berkelanjutan.