Memperkuat Komunitas untuk Penanganan Kenakalan Remaja

Memperkuat Komunitas untuk Penanganan Kenakalan Remaja  Elliya Chariroh, S.Sos, MPSSp Setiap hari kita disuguhi dengan berbagai informasi tentang berbagai bentuk kenakalan remaja.baik di media masa maupun di media elektronik. Permasalahana kenakalan remaja terus menerus menunjukkan trend peningkatan dari tahun-ketahun. Tidak hanya dari segi kuantitasnya saja, namun jug kualitas kenakalannya. Dulu mungkin kita jarang mendengar kasus remaja yang melakukan tindakan pelanggaran norma sampai ke tingkat hukum seperti pemerasan, perkosaan dan pembunuhan. Namun saat ini kita semakin sering disuguhi informasi mengenai perilaku kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan.

Menurut Jensen (1985) dalam Sarlito W Sarwono (2013) membagi kenakalan remaja dalam empat jenis yaitu:

  1. Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain: perkelahian, perkosaan, perampokan, pembunuhan dan lain-lain
  2. Kenakalan yang menimbulkan korban materi: perusakan, pencurian, pencopetan, pemerasan dan lain-lain
  3. Kenakalan sosial yang tidak menimbulkan korban di pihak orang lain: pelacuran, penyalahgunaan obat termasuk hubungan seks sebelum menikah
  4. Kenakalan yang melaawan status, misalnya mengingkari status anak sebagai pelajar dengan cara membolos, mengingkari status orang tua dengan cara minggat dari rumah atau membantah perintah mereka dan sebagainya.

Ada berbagai motif yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja. Menurut Kartini Kartono (2011), adapun motif yang mendorong remaja melakukan tindak kejahatan atau kenakalan itu antara lain:

  1. Untuk memuaskan kecenderungan keserakahan
  2. Meningkatnya agresivitas dan dorongan seksual
  3. Salah-asuh dan salah-didik orang tua, sehingga anak menjadi manja dan lemah mentalnya.
  4. Hasrat untuk berkumpul dengan kawan senasib dan sebaya, dan kesukaan untuk meniru-niru
  5. Kecenderungan pembawaan yang patologis atau abnormal
  6. Konflik batin sendiri, dan kemudian menggunakan mekanisme pelarian diri serta pembelaan diri yang irrasional.

Dampak kenakalan remaja tidak hanya dirasakan oleh keluraga, lingkungan dan masyarakat saja, namun sebenarnya remaja sendirilah yang paling merasakan kerugian akibat tindakan yang dilakukan tidak hanya saat ini namun juga berdampak besar dimasa yang akan datang. Sebagai contoh adalah terjadinya kehamilan diluar nikah akibat pergaulan bebas. Kehamilan diluar nikah yang terjadi pada remaja akan berdampak bagi dirinya untuk seumur hidupnya. Tekanan dari masyarakat terhadap dirinya atas kejadian yang menimpanya dan anak yang dilahirkannya, juga keberlanjutan kehidupan remaja itu sendiri maupun dalam mengasuh anak mengingat remaja belum cukup dewasa untuk memberikan pengasuhan yang baik bagi anak. Sangat mungkin karena lemahnya pengasuhan yang diberikan kelak ketika dewasa anak tersebut juga akan melakukan tindakan yang berulang. Itu  baru satu contoh saja dari sekian banyak jenis kenakalan remaja yang memberikan kerugian bagi dirinya sendir baik disaat ini maupun dimasa yang akan datang.

Disamping kerugian bagi dirinya tentu saja kenakalan remaja memberikan kerugian bagi keluarganya, lingkungan dan masyarakat. Umumnya keluarga menjadi malu dengan tindakan yang dilakukan oleh anaknya, lingkungan  dan masyarakat merasa terganggu akibat ulah remaja. Besarnya dampak yang ditimbulkan dari kenakalan remaja memerlukan upaya penanganan.

Berbagai upaya yang dapat dilakukan

Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menangani permasalahan kenakalan remaja. Penanganan kenakalan remaja tidak dapat hanya diserahkan kepada pemerintah saja, namun kepada semua pihak terkait sampai ke unit terkecil yang ada yaitu keluarga. Pada tingkat keluarga khususnya orang tua dapat didorong untuk meningkatkan ketrampilan pengasuhan yang diberikan. Banyak studi yang menunjukkan bahwa rendahnya ketrampilan pengasuhan yang dimiliki oleh orang tua akan berdampak pada perkembangan anak. Anak-anak yang diasuh dalam kekerasan ketika dewasa akan menjadi pelaku kekerasan. Sehingga keluarga menjadi sarana efektif bagi upaya pencegahan dan penanganaan kenakalan remaja. Keluarga menjadi benteng pertama dan utama dalam upaya mencegah menurunkan perilaku menyimpang remaja.

Disamping keluarga komunitas juga mempunyai peranan penting dalam penganganan kenakalan remaja. Hal ini dikarenakan komunitas merupakan lingkungan terdekat remaja setelah lingkungan keluarga. Ada beberapa alasan mengapa beralih ke komunitas menjadi sesuatu yang sangat penting dan mendesak untuk dilakukan. Menurut Ife (2008) Ada 3 alasan utama menggunakan pendekatan ini dibandingkan pendekatan individual yaitu : 1) model individual/professional memperkuat definisi masalah dan solusi secara individual ketimbang masyarakat, 2) terdapat pertimbangan yang sangat praktis bahwa layanan-layanan individual dan professional sangat mahal dan tidak dalam dijangkau oleh seluruh anggota masyarakat pada tingkat pemenuhan kebutuhan yang secukupnya, 3) layanan-layanan individual dan professional tidak memberdayakan masyarakat atau pengguna layanan, karena pengetahuan dan kearifan cenderung tetap tertahan pada para professional dan tidak dibagikan kepada yang lain. Dengan berbagai kelebihan yang ada tersebut maka layanan berbasis masyarakat menjadi sebuah alternative bagi upaya penganangan kenakalan remaja. Usaha ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat sejak dari perencanaan hingga pelaksanaan. Untuk itu upaya penanganan kenakalan remaja dengan model layanan berbasis masyarakat diperlukan adanya usaha lebih dari berbagai pihak baik  dukungan dari semua pihak baik berupa dana, ketrampilan dan pendampingan bagi masyarakat sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat melaksanakan sendiri.

Untuk menciptakan hal tersebut dipelukan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah, dunia usaha dan berbagai pihak terkait untuk membangun komunitas yang kuat untuk pencegahan dan penanganan kenakalan remaja. Dengan adanya komunitas-komunita yang terbentuk di masyarakat dan dikelola sendiri oleh masyarakat maka kedepan remaja dapat menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berguna bagi nusa dan bangsa. Semoga.

 

Daftar Pustaka 

  1. Ife, Jim dan Frank Tesoriero, 2008, Community Development; Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi, Pustakan Pelajar
  2. Kartono, Kartini, 2011, Patologi Sosial: Kenakalan Remaja, Rajawali Pers
  3. Sarwono, Sarlito Wirwan, 2013, Psikologi Remaja, Cetakan Keenambelas, Rajagrafindo Persada

 

 

 

 

Tentang Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 7 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Susunan Organisasi Dinas Kesejahteraan Sosial, secara resmi berdiri Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Tengah sebagai fungsi dari kantor wilayah Departemen Sosial dengan Dinas Sosial Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah yang telah dibubarkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada saat terjadinya reformasi tahun 1999. Selanjutnya

Kontak Kami

Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah

Jl. Pahlawan No.12 Semarang
TELEPON : (024) 8311729
FAX : (024) 84507041
EMAIL : dinsos@jatengprov.go.id
WEBSITE : www.dinsos.jatengprov.go.id

JASA PEMBUATAN WEBSITE & SOFTWARE