WhatsApp-Image-2017-05-16-at-14.45.09

Lomba Karya Ilmiah Pahlawan Nasional Tingkat SMA Se Eks Karesidenan Semarang

Semarang, 16/5 dalam rangka menumbuhkan rasa Nasionalisme dikalangan para Remaja di Jawa Tengah, Dinas Sosial provinsi Jawa Tengah Melaksankana Kegiatan Lomba karya Tulis Ilmiah Kepalhlawanan, kegiatan dengan mengambil tema  PAHLAWAN NASIONAL Prof. Mr. Dr. SOEPOMO, Maksud dan Tujuan diselenggarakan Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah , Menambah wawasan pengetahuan kepahlawanan dan meningkatkan rasa kecintaan terhadap tanah air, Terlestarikannya dan teraktualisasikannya nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial di kalangan masyarakat terutama generasi muda  dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan  berlangsung selama 1 (satu) hari pada hari  Selasa  tanggal 16 Mei 2017  bertempat di Gedung PKK Provinsi Jawa Tengah Jalan Sriwijaya No. 29 Semarang.

Peserta Lomba Penulisan Karya Ilmiah Pahlawan RA. Kartini diikuti oleh 6 peserta/siswa dari 5 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Wilayah Eks Karesidenan Semarang. Dari 6 peserta tersebut telah dinilai/diseleksi oleh Tim Juri sehingga terpilih 5 peserta terbaik.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yang di bacakan Oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial mengatakan  Meneladani dari Nilai-nilai luhur yang diwariskan pahlawan Nasional “Prof. Mr. Dr. SOEPOMO”. yaitu cinta tanah air, penuh dedikasi, pantang menyerah atau memiliki semangat juang yang tinggi, rela berkorban dan semangat jiwa muda, perlu dilestarikan bahkan diamalkan oleh segenap bangsa Indonesia khususnya generasi muda dalam mengisi kemerdekaan saat ini. Generasi muda mempunyai peran penting dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Setiap peristiwa besar/perubahan yang terjadi didalam negeri sangatlah identik dengan peran pemuda/generasi muda. Dalam sejarah peran generasi muda menjadi ujung tombak perjuangan nasional, namun ketika era  globalisasi dan berkembangnya teknologi informasi semakin berkembang telah mengakibatkan tergerusnya rasa nasionalisme dan patriotisme.

Dengan mengimplementasikan/mengamalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan Pahlawan Nasional tersebut generasi muda hendaknya dapat menyikapi perkembangan yang terjadi dan membuktikan dengan hal-hal yang positif dan nyata, sehingga kejadian-kejadian seperti  pergaulan bebas, kejahatan, penyalahgunaan narkoba, tawuran antar pelajar, perkelahian, pemerkosaan yang cenderung mengkhawatirkan kelanjutan masa depan bangsa tidak akan terjadi.

Demikian juga hendaknya para generasi muda/generasi penerus bangsa dengan mencurahkan segala keberadaan dan kemampuannya berjuang untuk membangun bangsa Indonesia yang tercinta ini menjadi bangsa yang mandiri, bersatu, damai, berpikir Kreatif, Rasional, Demokratis, dan Kritis dalam menuntaskan segala masalah yang ada di Negara Indonesia sehingga Negara Indonesia menjadi negara yang maju, yang lebih dihormati oleh bangsa lain dan negara yang sejahtera.

Dalam rangka memenuhi harapan tersebut diatas maka untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pahlawan/pejuang kepada generasi muda, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan-kegiatan antara lain :

Meneladani dari Nilai-nilai luhur yang diwariskan pahlawan Nasional “Prof. Mr. Dr. SOEPOMO”. yaitu cinta tanah air, penuh dedikasi, pantang menyerah atau memiliki semangat juang yang tinggi, rela berkorban dan semangat jiwa muda, perlu dilestarikan bahkan diamalkan oleh segenap bangsa Indonesia khususnya generasi muda dalam mengisi kemerdekaan saat ini.

 

Generasi muda mempunyai peran penting dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Setiap peristiwa besar/perubahan yang terjadi didalam negeri sangatlah identik dengan peran pemuda/generasi muda. Dalam sejarah peran generasi muda menjadi ujung tombak perjuangan nasional, namun ketika era  globalisasi dan berkembangnya teknologi informasi semakin berkembang telah mengakibatkan tergerusnya rasa nasionalisme dan patriotisme.

Dengan mengimplementasikan/mengamalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan Pahlawan Nasional tersebut generasi muda hendaknya dapat menyikapi perkembangan yang terjadi dan membuktikan dengan hal-hal yang positif dan nyata, sehingga kejadian-kejadian seperti  pergaulan bebas, kejahatan, penyalahgunaan narkoba, tawuran antar pelajar, perkelahian, pemerkosaan yang cenderung mengkhawatirkan kelanjutan masa depan bangsa tidak akan terjadi. (kodir)