Dukungan Psikososial Pasca Bencana

Dukungan Psikososial Pasca Bencana

*Mohamad Kodir, S.Sos, M.Si

 

Bencana Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam atau non alam maupun faktor manusia, yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerusakan harta benda dan dampak psikologis.

Dampak Psikologi, diantaranya :
Depresi,Cemas,Perilaku agresif,Bingung,Putus asa,Sedih,Kehilangan,Takut,Menyendiri

Melihat dampak psikologis yang timbul tidak hanya bantuan secara fisik saja yang diperlukan , namun dukungan psikologis pasca bencana juga sangat diperlukan.

Dukungan adalah bentuk sebuah suport kepada seseorang suatu perhatian, penghargaan, yang diberikan kepada individu dan berfungsi sebagai memotivasi.

Dukungan Psikososial
Bantuan yang diberikan kepada individu dan masyarakat yang mengalami gangguan psikologis, dimana bantuan ini dilakukan secara terus menerus dan saling mempengaruhi antara aspek psikologis dan aspek sosial dalam lingkungan dimana individu atau masyarakat berada.

Tujuan dukungan psikososial
Mengembalikan individu, keluarga, masyarakat agar setelah peristiwa bencana terjadi dapat secara bersama menjadi kuat, berfungsi optimal dan memiliki ketangguhan menghadapi masalah sehingga menjadi produktif dan berdaya guna

Manfaat Dukungan Psikososial
1.Membantu individu untuk mengurangi beban emosinya
2.Mengembalikan fungsi sosial individu didalam lingkungannya
3.Meningkatkan kemampuan individu didalam pemecahan masalah masalah yang dihadapi pasca bencana

Pelaksana pemberi dukungan psikososial, diantaranya :
Pekerja Sosial, Perawat jiwa,Psikiater,Psikolog.

Prinsip dasar pemberian dukungan psikososial
Pendekatan berbasis masyarakat
Pemanfaatan relawan terlatih
Penguatan
Keterlibatan aktif
Partisipasi masyarakat
Kerahasiaan

Cara berkomunikasi dalam memberikan dukungan psikososial
Adapun cara cara komunikasi dengan korban bencana yaitu :
Hindari ucapan :
Saya mengerti
Jangan sedih
Anda kuat, anda akan melaluinya,
Jangan menangis
Ini kehendak tuhan
Ini bisa lebih buruk

Adapun ucapan yang lebih membantu adalah :

Ada orang disini yang akan membantu anda
Kami tidak akan meninggalkan anda sendirian
Silahkan tumpahkan emosi anda
Kita berada dalam kondisi ini bersama
Saya tahu anda kuat

Dukungan Psikososial berupa
A. ) Bantuan Konseling Dan Konsultasi;
Pemberian Pertolongan Kepada Individu Atau Keluarga Untuk Melepaskan Ketegangan Dan Beban Psikologis.

B.) Pendampingan;
Berbabagai Metode Terapi Psikologis Yang Tepat Kepada Individu Yang Mengalami Trauma Psikologis Agar Dapat Berfungsi Secara Normal Kembali.

c.) Pelatihan;
Pelatihan untuk pemuka komunitas, relawan dan pihak-pihak yang ditokohkan/mampu dalam masyarakat untuk memberikan
dukungan psikologis kepada masyarakatnya.

d.) Kegiatan psikososial
Kegiatan mengaktifkan elemen-elemen masyarakat agar dapat kembali menjalankan fungsi sosial secara normal.

Dukungan Psikososial yang diberikan :
I. Tahap Tanggap Darurat : Pasca dampak- langsung
Menyediakan pelayanan intervensi krisis untuk pekerja bantuan, misalnya defusing dan debriefing untuk mencegah secondary trauma
Memberikan pertolongan emosional pertama (emotional first aid), misalnya berbagai macam teknik relaksasi dan terapi praktis
Berusahalah untuk menyatukan kembali keluarga dan masyarakat.
Menyediakan informasi, kenyamanan, dan bantuan praktis.

II.Tahap Pemulihan: Bulan pertama

Lanjutkan tahap tanggap darurat
Mendidik profesional lokal, relawan, dan masyarakat sehubungan dengan efek trauma.
Memberikan bantuan praktis jangka pendek dan dukungan kepada penyintas
Menghidupkan kembali aktivitas sosial dan ritual masyarakat

III. Tahap Pemulihan akhir: Bulan kedua

Lanjutkan tugas tanggap bencana.
Memberikan pendidikan dan pelatihan masyarakat tentang reseliensi atau ketangguhan.
Mengembangkan jangkauan layanan untuk mengidentifikasi mereka yang masih membutuhkan pertolongan psikologis.
Menyediakan “debriefing” dan layanan lainnya untuk penyintas bencana yang membutuhkan.
Mengembangkan layanan berbasis sekolah dan layanan komunitas lainnya berbasis lembaga.

IV.Fase Rekonstruksi

Melanjutkan memberikan layanan psikologis dan pembekalan bagi pekerja kemanusiaan dan penyintas bencana.
Melanjutkan program reseliensi untuk antisipasi datangnya bencana lagi.
Pertahankan “hot line” atau cara lain dimana penyintas bisa menghubungi konselor jika mereka membutuhkannya.
Memberikan pelatihan bagi profesional dan relawan lokal tentang pendampingan psikososial agar mereka mampu mandiri.

Terapi dukungan sosial pada kelompok besar
Latihan nafas dalam
Latihan relaksasi progresif
Latihan berfokus pada 5 jari
Latihan membangun interaksi
Melakukan ibadah
Peran serta kegiatan

Terapi dukungan sosial pada kelompok kecil
Kelompok dewasa :
Bercakap cakap tentang perasaan, harapan , keinginan, hal positif yang masih dapat disyukuri

Kelompok Remaja :
Olahraga, musik, tari, menulis, aktivitas sosial

Kelompok anak :
Terapi bermain, menggambar, menari, bercerita, menonton film kartun atau film anak anak.

Kelompok lansia :
bercakap cakap tentang perasaan, memberikan informasi tentang kegiatan yang dilakukan, berbagi pengalaman masa lalu, melakukan pendampingan untuk masalah dan kebutuhan manusia,

*Pekerja Sosial Pertama Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah

 

Tentang Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 7 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Susunan Organisasi Dinas Kesejahteraan Sosial, secara resmi berdiri Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Tengah sebagai fungsi dari kantor wilayah Departemen Sosial dengan Dinas Sosial Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah yang telah dibubarkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada saat terjadinya reformasi tahun 1999. Selanjutnya

Kontak Kami

Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah

Jl. Pahlawan No.12 Semarang
TELEPON : (024) 8311729
FAX : (024) 84507041
EMAIL : dinsos@jatengprov.go.id
WEBSITE : www.dinsos.jatengprov.go.id

JASA PEMBUATAN WEBSITE & SOFTWARE